Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Cerdas Melanie Putria Terapkan Pola Hidup Sehat kepada Anak

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 10 September 2018 |15:36 WIB
Cara Cerdas Melanie Putria Terapkan Pola Hidup Sehat kepada Anak
Melanie Putria (Foto: @melanieputria/Instagram)
A
A
A

BERBICARA mengenai sosok Melanie Putria tidak terlepas dari gaya hidup sehat yang dijalaninya. Mantan ratu kontes kecantikan itu memang kerap membagikan kegiatannya yang berkaitan dengan hidup sehat di media sosial. Dirinya diketahui senang berolahraga terutama lari.

Melanie pernah beberapa kali mengikuti lari marathon dan senang berlatih di pusat kebugaran. Kebiasaan hidup sehatnya itu pun ditularkan ke anak semata wayangnya yang bernama Sheemar Rahman Puradiredja. Sedari kecil anaknya sering diajak untuk berlari. Bahkan sekarang dia mengikuti sekolah sepakbola.

Ternyata, Melanie memang sengaja memperkenalkan anaknya ke bidang olahraga sejak kecil karena belajar dari pengalaman pahit di masa lalu. Siapa sangka bila dulu dirinya sering di-bully lantaran tidak memiliki keahlian berolahraga. Bukan tanpa sebab, perempuan berusia 36 tahun itu memang sedikit dibatasi oleh orangtuanya untuk beraktivitas di luar.

"Orangtuaku tidak memperkenalkan aku ke olahraga dengan intens sehingga jadi anak kecil yang payah. Mamaku sering ngasih surat ke guru olahraga kalau anaknya tidak enak badan, anaknya sakit, padahal enggak. Mamaku takut aku capek, hitam, sampai akhirnya aku enggak berbakat banget sama olahraga," tutur Melanie saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di kawasan Senayan, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Melanie Putria

Berdasarkan hal itu, Melanie memiliki tekad untuk tidak menerapkan hal yang sama kepada anaknya. "Aku pengin dia jadi seorang yang suka olahraga. Sebab dari olahraga kita banyak banget belajar value hidup. Bukan hanya secara fisik, tapi secara mental jadi lebih positif banget mandang kehidupan," terangnya.

Selain dengan berolahraga, Melanie juga mengajarkan pentingnya konsumsi nutrisi dan gizi terhadap anak. Bila banyak orangtua yang beranggapan jika megenalkan makanan sehat kepada anak adalah hal sepele, tidak bagi dirinya. Menurutnya, di usia 7-12 tahun, nak sudah bisa diajak mengenal makanan sehat karena bisa diajak berdiskusi, sudah punya logika dan nalar, serta ingin tahu alasan dari ajaran orangtuanya.

"Selama ini kita (orangtua) kasih makan dari MPASI sampai umur 6 tahun, kaya (anak) terima aja apa yang mamanya masakin. Kalau sekarang sudah ada penjelasan secara logis kepada mereka. Momen inilah aku ingin jadi panutan buat dia," papar Melanie.

Cara yang dilakukan olehnya adalah mengonsumsi makanan sehat di depan anaknya. Untuk yang satu ini Melanie mengaku tidak kesulitan karena terbiasa menerapkan pola hidup sehat. Namun dia sedikit kewalahan bila anaknya bertanya alasan suatu makanan dianggap tidak sehat.

"Contohnya kalau ada pilihan karbohidrat seperti pasta dan kentang goreng, mana yang lebih enggak sehat? Tentu saja kentang goreng lebih enggak sehat daripada pasta karena proses memasaknya dan sebagainya. Hal-hal yang kaya gitu harus aku tahu dan ketika dia bertanya kenapa enggak sehat, kita orangtua harus muter otak lagi cara memberi tahunya bahwa minyak goreng kalau dikonsumsi berlebih enggak sehat buat tubuh," terang Melanie.

Meskipun pada awalnya sempat ada penolakan dari sang anak untuk konsumsi makanan sehat, namun Melanie tidak mau putus asa. Perempuan berambut pendek itu tetap berusaha agar anaknya mau mengonsumsi makanan bergizi. Salah satunya makan makanan sehat dengan lahap.

"Susah untuk (orangtua) menjelaskan kalau itu makanan sehat. Tapi yang penting kitanya makan lahap, dia pasti akan ngiler, itu yang terjadi dengan aku dan Sheemar. Jadi ketika aku makan dengan lahap dia mau nyobain," pungkas Melanie.

(Helmi Ade Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement