Sebenarnya, banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari manuskrip itu. Walaupun ada beberapa lembaga seperti Kementrian Agama, Perpustakaan Nasional, dan sebagainya datang berkunjung ke lokasi itu, namun belum ada yang serius untuk meneliti isi dari naskah kuno itu.
"Banyak dari lembaga-lembaga yang datang kesini, namun belum ada yang serius untuk menelitinya. Pihak kami bukannya tidak ada yang bisa menerjemahkan, tapi untuk mengorek makna dari naskah itu harus dilakukan secara tekun dan hati-hati," katanya.
Lebih jauh lagi, selain keadaan beberapa manuskrip yang sobek, kondisi museum serta Situs Patilasanpun sangat ala kadarnya. Pemerintah Daerah sebenarnya sudah memperhatikan, namun belum total untuk membantu secara finansial.

Intip Summer Style Wulan Guritno dan Shaloom, Dua-duanya Seksi!