Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Manuskrip Sunan Gunung Djati yang Beracun dari Cirebon

Fathnur Rohman , Jurnalis-Senin, 10 September 2018 |11:42 WIB
Melihat Manuskrip Sunan Gunung Djati yang Beracun dari Cirebon
Manuskrip sunan Gunung Jati di Cirebon (Foto:Fathnur/Okezone)
A
A
A

SUNAN Gunung Djati merupakan tokoh penyebar agama Islam yang sangat unik. Beliau selain dikenal sebagai seorang Wali,  juga merupakan pemimpin dan pendiri Kesultanan Cirebon. Semua kisahnya dimuat dalam bentuk manuskrip yang berusia ratusan tahun, dan salah satunya berada di Museum Situs Patilasan Panembahan Pasarean, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Ada hal menarik dari manuskrip tersebut. Selain makna dari tiap bait aksaranya yang berharga, manuskrip ini juga tidak bisa disentuh secara sembarangan. Jika kita nekad melakukan itu, maka bersiaplah untuk mengalami muntah darah, atau bahkan kematian.

 Viral Penampakan Pocong di Warteg, Netizen : Auto Merinding

Hal itu pernah menimpa salah satu anggota keluarga R Hasan Ashari (53). Beliau sendiri merupakan pimpinan museum dan masih memiliki darah bangsawan dari Keraton Kasepuhan serta Kanoman.

Hasan menceritakan awal mula kejadian itu. Dulu mendiang Kakeknya secara tidak sengaja membuka peti yang berisi ratusan manuskrip. Ketika membukanya, si Kakek langsung mengalami muntah darah.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement