“Selama ini event besar seperti festival selalu diadakan di Kota Waisai, dan tidak pernah dilakukan di kampung. Olehnya untuk pertama kali akan dilakukan diluar Kota Waisai. Kalau sukses, kedepan kita akan lakukan di distrik lain. Terpenting infrastruktur pendukung siap, wilayah kampung bersih, dan masyarakat juga mau menyambut dengan antusias,” Jelas Orideko Burdam yang juga menjabat sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Raja Ampat tersebut.

Suling Tambur sendiri dikenal sebagai musik tradisional masyarakat adat Raja Ampat, dimana musik tradisional ini digunakan saat dilakukan acara-acara besar serta penjemputan tamu yang datang ke Raja Ampat.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.