SALAH satu tugas paling berat yang sering disebutkan oleh para orangtua baru, ialah menidurkan anak. Soal menidurkan anak yang masih bayi dan balita untuk sampai lelap benar-benar pulas, pada dasarnya memang bukan sesuatu yang mudah.
Mengingat hal tersebut cukup sulit, maka biasanya para orangtua menggunakan alat bantuan untuk memudahkan saat-saat menidurkan bayi, yakni dengan memakai gendongan atau sekarang biasa juga disebut carrier.
Dengan menggunakan carrier, ibu atau ayah bisa menggendong anak dengan posisi tangan yang leluasa bebas bergerak sehingga memudahkan mobilitas melakukan aktivitas lain namun tetap menggendong dan berdekatan dengan anak dengan nyaman, sembari mencium aroma khas dari tubuh anak.
Namun, pernahkah Anda sadar mengapa anak selalu bisa tertidur pulas saat digendong dengan menggunakan carrier alias gendongan? Nah, ternyata hal ini ada penjelasan secara ilmiahnya loh.
Pertama, setelah selalu menempel dengan tubuh ibu selama sembilan bulan, situasi berpisah dengan ibu bisa menjadi hal yang sangat menakutkan dan tidak nyaman bagi bayi baru. Dalam selama periode yang diketahui sebagian orang sebagai trimester keempat, anak disebutkan merasa paling aman dan paling rileks ketika dekat dengan ibunya, yang salah satunya ini adalah saat berada di gendongan bayi dekat dengan posisi dada ibu. Memakai gendongan bayi, disebutkan mereka ulang dan meniru kedekatan antara bayi dan ibunya yang dimiliki berdua selama masa kehamilan, dan kenyamanan inilah yang dapat membantu bayi akhirnya jatuh tertidur.