Menurut sebuah studi lanjutan berdasarkan temuan dari Studi Pengusaha Helsinki, studi 40 tahun yang melacak faktor risiko kardiovaskular pada 1222 pengusaha, liburan itu bukan hanya kemewahan tapi sifatnya sangat penting untuk kualitas hidup dan umur yang panjang.

Menurut laporan CNBC, studi Pengusaha Helsinki tersebut menyertakan dua grup. Grup pertama, grup kontrol para peserta studi yang berjenis kelami laki-laki disebutkan menjalani hidup mereka sesuai kebiasaan kesehatan di antaranya dengan menerima perawatan medis standar.
Sedangkan grup yang kedua, grup intervensi, diketahui diberi saran bagaimana cara meningkatkan kesehatan dengan cara berhenti merokok, memperbaiki pola makan, dan mulai berolahraga. Akan tetapi, menariknya terlepas dari penyesuaian gaya hidup ini, kelompok intervensi disebutkan masih memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol jika mereka bekerja super keras, kurang tidur, dan melewatkan waktu untuk berlibur.
Senada dengan hasil studi di atas, Professor Timo Strandberg dari University of Helsinki, Finlandia mengatakan bahwa memang liburan itu adalah cara yang baik untuk melepaskan diri dari stres.