Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Anda Disleksia? Kenali dan Ini Cara Mengatasinya!

Lifia Mawaddah Putri , Jurnalis-Jum'at, 31 Agustus 2018 |11:06 WIB
Anak Anda Disleksia? Kenali dan Ini Cara Mengatasinya!
Orang Tua (Steinhardt)
A
A
A

PERNAHKAH Anda mendengar istilah disleksia? Disleksia adalah ketidakmampuan belajar yang berdasarkan bahasa dan merupakan kondisi neurologis dan seringkali terjadi karena faktor genetik.

Hal ini memicu pada gejala yang membuat seseorang sulit untuk mengenali, mengeja dan memecahkan kata-kata.

Dilansir dari boldsky.com pada Jum'at (31/8/18), biasanya orang dengan disleksia memiliki masalah dalam memahami apa yang mereka baca. Namun hal ini bukan dikarenakan oleh pengajaran atau pendidikan yang buruk.

 Baca juga: Pesona Farah Ann, Atlet Malaysia yang Pernah Dikritik karena Umbar Aurat

Parenting

Anak-anak disleksia sering mengalami kesulitan dengan kemampuan berbahasa baik lisan maupun tulisan seperti mengucapkan kata ataupun menulis sesuatu. Disleksia dapat mempengaruhi individu sepanjang hidup mereka atau dampaknya dapat berubah pada tahap yang berbeda dalam kehidupan seseorang.

Menurut Asosiasi Disleksia Internasional, penyebab pasti disleksia tidak jelas. Namun, sebuah studi mengenai otak menunjukkan perbedaan cara bekerja otak seseorang yang disleksia berkembang dan berfungsi. Orang yang mengalami disleksia juga kesulitan dalam mengidentifikasi bunyi ujaran terpisah dalam suatu kata yang merupakan faktor utama yang menyebabkan mereka sulit membaca.

Gejala disleksia dapat diidap oleh semua kalangan usia. Tetapi, biasanya terjadi pada anak-anak. Gejala umum yang terjadi pada anak-anak adalah seperti kesulitan dalam belajar membaca, perkembangan bicara yang lamban, kegiatan lain yang lamban, sulit dalam mempelajari data seperti tabel aritmatika, serta sulit mengeja.

Parenting

 Baca juga: Kebelet Ngeseks Tapi Tak Menemukan Ranjang? Coba 6 Posisi Ini

Dampak disleksia pada anak-anak tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan efektivitas instruksi. Beberapa anak yang mengalami disleksia dapat belajar lebih awal, membaca dan mengeja terutama ketika mereka diinstruksikan dengan benar.

Namun, masalah yang paling menentang mereka muncul ketika keterampilan berbahasa yang lebih rumit. Misalnya memahami tata bahasa, menulis esai, dan memahami materi dalam buku pelajaran mereka.

Anak-anak disleksia juga dapat memiliki masalah berbicara dalam bahasa mereka sendiri. Bahkan setelah mereka diinstruksikan dengan benar sekalipun. Ini mungkin dapat mempersulit mereka untuk mengekspresikan diri atau memahami apa yang orang lain maksud ketika berbicara. Ini dapat menjadi sebuah masalah besar di sekolah mereka.

 Baca juga: Gara-Gara Ganti Baju di Lapangan, Pemain Tenis Cantik Ini Dikenai Denda

Seorang siswa dengan disleksia juga dapat memiliki masalah dengan citra diri mereka ke tingkat saat mereka sering berakhir dengan merasa kurang cerdas dan kurang mampu daripada yang sebenarnya. Jika mereka stres di sekolah, mungkin malah akan memiliki dampak yang lebih buruk untuk diri mereka.

Diagnosisi dini dan perawatan suportif yang tepat dapat membuat mereka menjadi lebih baik dalam jangka waktu yang panjang. Perawatan untuk penderita disleksia meliputi tes psikologis, bimbingan juga dukungan.

(Fakhri Rezy)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement