RASULULLAH SAW tidak hanya sekadar manusia yang dipilih Allah untuk menyebarkan Agama Islam di bumi. Sebagai seorang suami Nabi pun memiliki sikap yang romantis terhadap istrinya.
Dilansir Okezone dari laman About Islam, Senin (27/8/2018), kisah cinta yang sempurna bukanlah cerita Romeo and Juliet, tapi kisah Nabi Muhammad dan Aisyah, yang dalam pengakuan Aisyah sendiri ia mengatakan betapa indahnya hubungan yang dijalani bersama Nabi Muhammad saw. Meskipun Nabi Muhammad adalah seorang panglima perang yang pemberani, tapi tetap saja kisah cintanya bersama Aisyah begitu indah.
Baca juga: Traveler Ini Buktikan Hijab Bukan Penghalang untuk Keliling Dunia
“Di medan jihad, beliau adalah panglima perang pemberani, sementara di rumah beliau adalah sosok yang romantis dan lembut terhadap istrinya, sebagaimana disebutkan dalam hadits HR. At Tirmidzi. عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى. رواه الترمذى, yang artinya, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. At Tirmidzi),” jelas Ustaz Fauzan Amin, Ketua Ikatan Quran Hadis Indonesia dalam pesan singkat pada Okezone, Selasa (28/8/2018).

Romantisme Nabi Muhammad saw dan Aisyah memang cukup sederhana tapi bermakna dalam. Masih dalam penjelasannya Ustaz Fauzan mengatakan Rasulullah biasa mencium istrinya saat hendak berangkat menunaikan salat berjamaah di masjid, yang juga disebutkan dalam hadis HR. At-Tirmidzi No. 86, Ibnu Majah No. 502.