Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tinggi Tugu Jogja Sudah Susut 10 Meter, Kok Bisa?

Agregasi KR Jogja , Jurnalis-Sabtu, 25 Agustus 2018 |19:17 WIB
Tinggi Tugu Jogja Sudah Susut 10 Meter, Kok Bisa?
Tugu Jogja. (Foto: Pariwisata Indonesia)
A
A
A

SEBAGAI sumbu imajiner yang ‘mempertemukan’ Pantai Selatan dan Kraton Yogyakarta serta Gunung Merapi, Tugu Yogyakarta merupakan simbol kebesaran Kota Budaya yang hingga kini tetap tegak berdiri. Berada di jantung kota, tugu yang bernama Pal Putih ini disebut-sebut sebagai ‘pancer’ alias titik pusatnya Yogyakarta.

Tugu Yogyakarta berdiri tak hanya asal dibangun begitu saja, melainkan ada cerita dibalik itu yang membuat ‘pilar kota’ ini tetap kokoh berdiri. Layaknya bangunan-bangunan di Yogya, tugu juga memiliki mitos yang hingga kini tetap tetap diyakini oleh masyarakat, khususnya Jawa.

Tugu Yogyakarta yang berdiri saat ini sebenarnya bukanlah bentuk asli dari bangunan tersebut. Awalnya tugu ini berbentuk slindris (Gilig) dan menyangga bola pejal (Golong) yang kemudian dinamai Golong Gilig.

Baca Juga: Viral Penampakan Kuntilanak di Warung Makan Kawasan Puncak, Merinding!

Pada tahun 1755 Sultan Hamengkubuwono (HB) I memprakarsai pembangunan Tugu Golong Gilig. Pada hakekatnya Tugu Golong Gilig berisi pesan HB I kepada seluruh Sentanadalem (keturunan raja), Abdidalem (pelayan raja) dan Kawuladalem (rakyat biasa) untuk selalu memelihara semangat kebersamaan yang pejal dan membulatkan tekad untuk menegakkan martabat.

Pada tahun 1867 gempa hebat melanda Yogyakarta dan Tugu Gilong Gilig sempat runtuh. Pemerintah Belanda yang saat itu menduduki Yogyakarta memperbaiki Gilong Gilig di bawah pengawasan Pepatih Dalem Kanjeng Raden Adipati Danurejo V.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement