1.Faktor genetik
Menurut ahli gizi Pooja Kapoor, cabai memiliki zat kimia aktif yang disebut 'Capsaicin' yang menstimulasi reseptor yang dikenal sebagai TRPV1 (reseptor potensial transien vanilloid) dan mendeteksi rasa pedas dalam makanan. Setelah dirangsang, reseptor ini mengirimkan rasa sakit ke otak yang memicu sensasi terbakar. Tingkat toleransi seseorang tergantung sepenuhnya pada tingkat TRPV1 yang mereka miliki sejak lahir. Dalam kasus yang jarang terjadi, ada orang yang lahir tanpa reseptor capsaicin.
Baca juga: Mengenal Pneumonia, Penyakit Mirip Flu yang Buat Ronaldo Kritis
2.Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas secara teratur