Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Festival 5 Gunung di Jawa Tengah Bakal Digelar Akhir Pekan Ini

Agregasi Solopos , Jurnalis-Senin, 06 Agustus 2018 |18:18 WIB
Festival 5 Gunung di Jawa Tengah Bakal Digelar Akhir Pekan Ini
Ilustrasi Naik Gunung. (Foto: Okezone)
A
A
A

MASYARAKAT Wonolelo, Desa Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah telah menyiapkan panggung dan arena kegiatan seni budaya mandiri, Festival Lima Gunung XVII, yang rencananya digelar Jumat-Minggu akhir pekan mendatang.

Koordinator Instalasi Seni dan Panggung Festival Lima Gunung XVII/2018 Khoirul Mutaqin di Magelang, mengatakan warga setempat dibantu seniman petani dari sejumlah kelompok yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung sebagai pemrakarsa festival tahunan itu telah menyiapkan dua panggung pertunjukan.

Masing-masing panggung, dibangun di tengah permukiman warga dusun setempat dan persawahan tepi dusun tersebut. "Terus kita lakukan gotong royong untuk menyiapkan panggung, membuat dan memasang berbagai instalasi seni dari bahan alam," kata dia.

Baca Juga: Viral Video Tetap Salat saat Gempa Lombok, Netizen: Insya Allah Mati Syahid

Dusun Wonolelo dengan komunitasnya, Sanggar Wonoseni Bandongan, pimpinan Kepala Dusun Wonolelo Pangadi, tergabung dalam Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang.

Pada tahun ini, Dusun Wonolelo menjadi tuan rumah FLG yang bakal menyajikan berbagai pertunjukan, pameran, dan performa seni budaya, baik warga komunitas itu maupun para seniman jejaringnya di Magelang dan sekitarnya, serta beberapa kota di Indonesia.

Panggung sawah FLG dengan dua level seluas 16 mx12 m dengan instalasi seni sebagai latar belakang setinggi 7 m, antara lain berupa topeng pentul, dua manuk beri, dan motif gunungan terbuat dari kepang, jemari, kelaras, dan bambu. Panggung kampung FLG dengan dua level seluas 14 mx10 m dengan instalasi gunungan terbuat dari kepang dan hiasan lainnya dari berbagai bahan alam.

Panitia juga menyiapkan tempat swafoto di dekat panggung sawah dengan latar belakang instalasi dari bahan alam, berupa ikan, kupu-kupu, belut, dan kepiting, serta tulisan "Festival Lima Gunung XVII".

Baca Juga: Menjajal Kereta Wisata yang Ditumpangi Presiden Jokowi, Tak Kalah Keren dari Pesawat

Mereka juga memasang sekitar 70 penjor kontemporer desa yang terbuat dari jerami dengan berbagai motif seni untuk menghiasi jalan-jalan dusun itu sejak beberapa bulan lalu. Suasana dusun saat ini telah tampak semarak oleh aneka instalasi seni penjor tersebut.

"Kalau mulai proses penyiapan segala sesuatunya sejak Bulan Puasa, dan setelah Lebaran lalu mulai menggarap panggung ini," kata Iroel, panggilan akrab Khoirul Mutaqin yang juga pembuat topeng itu di sela kerja bakti warga setempat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement