Advertisement
Advertisement

Kerja Bagai Kuda Tapi Gaji Tak Kunjung Naik, Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 30 Juli 2018 |18:42 WIB
Kerja Bagai Kuda Tapi Gaji Tak Kunjung Naik, Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Ilustrasi bekerja (Foto: Student Brands)
A
A
A

Ide praktis

Sejumlah firma telah mengambil langkah menyikapi situasi ini. Perusahaan kartu kredit di Seattle, AS, Gravity Payments, mengumumkan upah minimum sebesar US$70 ribu (Rp1 miliar) untuk seluruh pegawainya yang berjumlah 120 orang pada tahun 2015.

Perusahaan itu menyebut kebijakan itu untuk "meningkatkan taraf hidup serta meringankan kekhawatiran dan gangguan finansial." Sebelum pengumuman, rata-rata upah di korporasi itu sebesar US$48 ribu atau Rp690 juta.

Pendiri sekaligus direktur eksekutif Gravity Payments, Dan Price, menurunkan gajinya pada waktu yang bersamaan.

Gravity menyebut upah yang lebih tinggi membantu karyawan mereka membeli tempat tinggal yang lebih baik harga properti di Seattle melonjak satu dekade lalu.

Gaji yang lebih tinggi itu juga dapat menanggulangi tingkat kelahiran yang tinggi, sementara banyak karyawan lainnya juga memilih menambah kontribusi untuk uang pensiun mereka.

Perubahan itu mendorong pekerja bertahan di perusahaan yang sama dan memicu keuntungan lainnya. Setahun setelah kebijakan itu dibuat, jumlah karyawan yang mengundurkan diri tercatat sebagai yang paling rendah. Ketika itu semakin banyak pencari kerja yang mendaftar. Di sisi lain, jumlah klien yang berpindah ke perusahaan pesaing juga menurun.

"Orang muda zaman ini, ketika mereka lulus, mereka membutuhkan uang," kata CY Chan, kepala bagian hubungan personalia dan investasi sosial korporat di HK Broadband, perusahaan yang menyediakan jaringan internet cepat ke berbagai rumah susun di Hong Kong.

Chan berkata, standar gaji perusahaannya bahkan dapat dikatakan lebih kompetitif dibandingkan minimum upah di pasar tenaga kerja.

Meskipun HK Broadband menawarkan sejumlah keuntungan—menyokong pegawai, termasuk staf pemasaran dan tenaga pemasangan, untuk meraih pendidikan tinggi—Chan tidak menganggap penting layanan personalia seperti makan gratis.

"Kami tidak mengarah ke sana. Kami berupaya fokus pada hal yang benar-benar dapat memotivasi karyawan," ujar Chan.

HK Broadband meluncurkan program kepemilikan pada 2012 sebagai solusi untuk perusahaan pembiayaan swasta yang baru saja mengakuisisi mereka. Program itu memungkinkan para pegawai mengalihkan tabungan menjadi investasi atas saham perusahaan. Korporasi telekomunikasi itu juga menawarkan bonus saham.

Saat ini lebih dari 1/10 dari total 3000 pekerja HK Broadband berstatus sebagai pemilik perusahaan tempat mereka mencari nafkah, termasuk Chan yang telah berkarier di korporasi itu selama tujuh tahun.

Terdapat pula sejarah panjang perusahaan yang mendasari munculnya pendekatan progresif. Sistem kepemilkan berbagi keuntungan dijalankan John Lewis Partnership, di mana setiap pegawai, dari atasan hingga pegawai penumpuk barang di rak toko serba ada mendapatkan bonus tahunan yang sama.

 BACA JUGA:

Kolonel Sanders, Pendiri Restoran Ternama yang Pernah Jadi Buruh Tani hingga Dokter

Usaha yang terinspirasi dari prinsip kesetaraan dan keadilan Kaum Quaker atau Perkumpulan Agama Sahabat di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, memastikan seluruh pegawai menerima upah sehingga dapat membiayai hidup, mendapatkan hari libur, dan terlibat dalam bisnis perusahaan melalui dewan pekerja.

 

Beberapa perusahaan itu, seperti produsen coklat Cadbury, bahkan membangun seluruh komunitas di sekeliling pabrik mereka.

"Mereka tahu itu adalah cara untuk menciptakan loyalitas pekerja. Saya kira kita kehilangan fokus di sana," kata Brown.

"Anda tidak akan sukses jika anda tidak dapat sanggup membayar para pemasok barang, jadi mengapa anda menjalankan usaha jika tak membayar pekerja agar mereka dapat hidup layak?"

"Sebenarnya ini adalah permasalahan yang sederhana," ujarnya.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement