"KOCOK terlebih dahulu sebelum diminum", mungkin Anda kerap menemukan himbauan ini pada wadah susu kemasan. Rupanya, anjuran untuk mengocok susu kemasan sebelum diminum tidak sembarang dibuat. Ini dia alasannya!
Mengocok produk minuman kemasan sebelum diminum mungkin sudah jadi kebiasaan banyak orang. Salah satu alasannya, lantaran ada label anjuran di dalam produk yang biasa Anda beli di supermarket atau toko swalayan. Hal yang sama juga berlaku untuk produk susu. Nah, tahukah Anda--rupanya, anjuran untuk mengocok produk sebelum diminum tidaklah sembarang dibuat?
Alasannya sendiri terkait erat dengan dua jenis protein dalam susu, yakni whey dan casein. Biasanya, satu produk susu kemasan terdiri atas 80% casein dan 20% whey. Sayangnya, casein ini cenderung mengendap di bawah. Sementara itu, whey berada di dalam cairan itu sendiri. Inilah alasan, mengapa mengocok susu kemasan amat dianjurkan agar keduanya bercampur dan nutrisi yang Anda dapatkan bisa maksimal.
BACA JUGA:
Pro dan Kontra Susu Kental Manis, Ini Kata Pakar Kuliner Sisca Soewitomo

Dua Fungsi yang Tidak Terpisah
Dengan mengocoknya, casein yang tadinya akan mengendap akan bercampur dengan whey. Ketika sudah tercampur, keduanya dapat terserap tubuh dengan baik. Sebaliknya, kalau tidak mengocoknya terlebih dulu, sebagian besar casein yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh bisa terbuang sia-sia.
Di sisi lain, kendati hanya berjumlah 20%, whey dalam produk susu kemasan juga kaya manfaat. Beberapa di antaranya yakni berperan sebagai unsur pembentukan oksidan, menetralkan racun, hingga membangun sel otot.
BACA JUGA:
BPOM Sebut Susu Kental Manis Hanya Gula, Ini 6 Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Gula pada Anak
(Santi Andriani)