
"Kami butuh banyak pertemuan untuk meyakinkan mereka tentang hal-hal apa yang ingin kami gunakan dan mereka mencoba membujuk kami untuk menyerah dengan mengatakan 'log kya kahenge' (apa yang akan dikatakan orang)," jelasnya.
Walau begitu, pasangan tersebut tetap bersikeras menggunakan produk daur ulang yang diinginkan. Tapi kenyataannya, siapa sangka para tamu di pesta pernikahan itu ternyata merasa senang dan menyambut baik perubahan dalam pesta tersebut.
"Ini adalah cara hidup bagi kami. Kami percaya untuk membawa sesuatu ke rumah dengan cara melihat kebutuhan yang nyata daripada yang diinginkan," pungkas Deepa.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.