BAGI Anda yang tinggal di Jakarta, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ondel-ondel. Boneka raksasa yang memiliki tinggi kurang lebih 2,5 meter itu merupakan kesenian Betawi dan salah satu ikon ibu kota. Selain itu, sekarang di jalan-jalan protokol sering ditemui rombongan ondel-ondel yang menari dengan iringan musik
Ondel-ondel terbuat dari rangka bambu dan kayu serta menggunakan ijuk untuk rambutnya. Biasanya dibuat sepasang yaitu laki-laki dan perempuan. Ondel-ondel laki-laki wajahnya berwarna merah sedangkan yang perempuan wajahnya berwarna putih. Lalu kemudian ondel-ondel akan digerakkan oleh manusia dengan cara manusia tersebut masuk ke dalamnya dan terdapat iringan musik.

Merangkum berbagai sumber, Minggu (24/6/2018), dulunya ondel-ondel berfungsi sebagai penolak bala atau gangguan roh halus yang gentayangan dan pelindung di kampung-kampung. Ondel-ondel dianggap sebagai leluhur yang melindungi turunannya. Maka tak heran bila ada unsur mistis di dalamnya. Namun ondel-ondel memiliki makna simbolis yaitu menyimpan kearifan untuk menjunjung hidup bersih dari kejahatan dan sebagai pengingat untuk melenyapkan sesuatu yang merusak tatanan kehidupan.
Awal mula keberadaan ondel-ondel hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Berdasarkan buku yang dikarang oleh W. Scot tertulis jenis boneka seperti ondel-ondel sudah ada pada tahun 1605 di Jakarta. Sementara wisatawan asal Amerika, E.R. Scidmore mengatakan saat tinggal di Batavia dirinya sudah menemukan tarian jalanan seperti ondel-ondel pada abad ke-19. Selain itu, dalam buku berjudul Geschiedenis Van Java Jilid II karya W. Fruin Mees terungkap jika di abad ke-17 sudah ada iring-iringan dengan menampilkan boneka besar yang digerakkan oleh manusia.
Seiring berjalannya waktu, seni pertunjukan ondel-ondel tidak hanya untuk menolak bala tapi mulai menjadi bagian dalam semarak pesta rakyat, penyambutan tamu kehormatan, arak-arakan pengantin sunat, atau acara pernikahan. Musik pengiring ondel-ondel terdiri dari Gendang Tepak, Gendang Kempul, Kenong Kemong, krecek, gong, dan terompet. Ada pula yang mengiringnya dengan pertunjukan pencak silat Betawi.
Lalu pada masa Gubernur Ali Sadikin, ondel-ondel diangkat menjadi kesenian Betawi diangkat. Tujuannya untuk menaikkan citra masyarakat Betawi dengan ciri khasnya dan menjadikan DKI Jakarta sebagai kota tujuan wisata. Sejak saat itu, ondel-ondel berfungsi sebagai seni pertunjukan yang menghibur. Adapun Ondel-ondel sebagai pajangan, peletakkannya di sebelah kiri dan kanan pintu masuk.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.