Nah, jika orangtua bisa menjelaskan dengan baik apa itu kebohongan dan kebenaran, baik itu makna maupun perbedaan, maka diharapkan si anak tidak akan melakukan hal buruk tersebut. Sebagai orangtua, Anda juga harus mengambil langkah-langkah dan menjelaskan konsekuensi yang didapat jika tidak jujur.
Hal yang tidak kalah penting adalah mengajarkan anak Anda cara menyeimbangkan kejujuran dengan belas kasih. Hal ini adalah keterampilan sosial paling canggih yang harus dipelajari anak mana pun dalam hidupnya.
Sementara itu, bagaimana jika si anak sudah terlanjur berbohong? Tepatkah pemberian hukuman dilakukan?

Jika anak Anda terlanjur berbohong, Anda sebagai orangtua harus berani tegas. Jika si anak ketahuan berbohong, maka segera beritahu dia. Jangan kemudian menganggapnya itu bukan hal besar. Sebab, ketika dia merasa itu bukan hal yang salah, kemungkinan diulangi sangat bisa terjadi.
Memberikan si anak peringatan atau kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka juga perlu dilakukan. Daripada memarahi, lebih baik Anda minta mereka menceritakan apa yang sebenarnya terjadi akan lebih menyenangkan. Ini juga berkaitan dengan menyadari si anak bahwa ketika dia berbohong, maka akan ada hukuman setelahnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.