Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendandani Jenazah Jadi Tradisi Orang Toraja Tiap Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 11 Juni 2018 |14:02 WIB
Mendandani Jenazah Jadi Tradisi Orang Toraja Tiap Tahun
Jenazah orang Toraja (VT)
A
A
A

Setelah di gali dari makamnya, mumi-mumi tersebut akan berjalan di sekitar desa dengan mengikuti garis lurus. Menurut mitos, garis-garis ini terhubung dengan Hyang, entitas spritual dengan kekuatan supranatural. Dengan mengikuti garis lurus, itu tandanya tubuh yang sudah meninggal harus mengikuti jalan yang sama.

 Baca juga: Langgar Protokol Kerajaan, Meghan Markle Nekat Pakai Gaun Lengan Pendek

Orang-orang Toraja dilaporkan takut untuk melakukan perjalanan jauh, pasalnya tubuh mereka harus kembali ke desa dan bertemu dengan keluarga setelah meninggal. Menurut kepercayaan kuno Toraja, roh yang sudah meninggal harus selalu kembali ke desa asalnya. Alhasil mayat orang Toraja harus dikuburkan di kampung halamannya. Keluarga akan pergi ke tempat pemakaman dan menemani almarhum dengan mengatarnya kembali ke desa.

Memang cukup aneh jika tradisi masyarakat Toraja berpusat pada kematian. Sebelum abad ke-20, orang Toraja dilaporkan tinggal di desa-desa otonom, di mana mereka mempraktikkan animisme pandangan dunia bahwa entitas nob manusia termasuk hewan, tumbuhan dan benda mati memiliki esensi spiritual.

Alhasil ketika orang pada umumnya mengumpulkan semua harta kekayaan untuk merayakan acara pernikahan atau hari ulang tahun besar, namun keluarga Toraja menilai pemakaman sebagai acara paling penting dari semuanya.

(Fakhri Rezy)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement