Baca juga: Tak Perlu Buang Waktu, Begini Masak Ketupat Super Enak dan Cepat!
Araceli melanjutkan, sangking menyedihkannya, dia sampai minta untuk tinggal di rumah neneknya sepanjang hari, sehingga dia tidak harus menghadapi pertanyaan yang membuat hatinya bersedih itu. Dia menganggap pertanyaan yang diajukan kepadanya itu sangat kejam dan tidak toleransi sama sekali.
Namun, Araceli menambahkan, karena dia telah tumbuh sebagai pribadi dan sebagai seorang Muslim dan dia telah belajar bahwa orang-orang ini belum pernah terpapar dengan Muslim sebelumnya, makanya dia bisa bersikap seperti itu. Alhasil, Araceli bertekad untuk memberikan pemahaman pada setiap orang yang mempertanyakan penampilannya itu. Dia berharap, perubahan persepsi bisa terjadi dengan ilmu dan pengetahuan yang dia berikan.
"Saya menjelaskan kepada mereka bahwa Islam adalah agama damai dan bahwa memakai jilbab adalah keputusan pribadi saya sendiri," ungkapnya. Dia melanjutkan, tidak jarang Araceli harus memberi tahu mereka bahwa sebenarnya dia adalah seorang mahasiswi sekaligus ketua Asosiasi Mahasiswa Muslim universitas di mana umat Islam bekerja bersama untuk memecahkan stereotip dan mendidik masyarakat tentang Islam.
"Saya bangga dengan identitas saya dan agama saya, dan insyaAllah saya akan terus mematahkan stereotipe kemana pun saya pergi; terutama di negara-negara seperti Meksiko, di mana Islam dan Muslim masih sebagian kecil dari populasi, tetapi saya tahu bahwa dengan semua orang yang mengetahui agama ini, pada akhirnya mereka akan belajar untuk mencintai dan memahami agama yang indah seperti Islam ini," tambah Araceli.
(Fakhri Rezy)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.