Advertisement
Advertisement

Terlihat Drama dan Romantis, Tudung Kepala Melayang di Pernikahan Warga China Jadi Tren

Annisa Aprilia , Jurnalis-Jum'at, 25 Mei 2018 |08:59 WIB
Terlihat Drama dan Romantis, Tudung Kepala Melayang di Pernikahan Warga China Jadi Tren
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PERNIKAHAN jadi salah satu hal yang juga tidak luput dari tren yang sedang berkembang. Di China ada sebuah tren yang cukup unik dalam pernikahan warganya. Tidak terkait dengan tradisi atau budaya tradisional, tren yang satu ini cukup jadi daya tarik tersendiri bagi pengantin, keluarga, dan para tamu.

Bagaimana tidak, tren yang dianggap drama dalam pernikahan tersebut dibutuhkan untuk menambah suasana romantis. Dengan diiringi musik jazz tren menerbangkan tudung mempelai perempuan pun terjadi.

 Baca juga: Pria Ini Nekat Berenang Melintasi Samudera Pasifik Selama 6 Bulan

Tradisi Pernikahan (Asiaone)

Mulanya, tren tudung terbang ini dilakukan tahun lalu oleh seorang mempelai pria pada istrinya di Shanghai. Oleh karena tudung terbang tersebut diabadikan lewat video dan dibagikan ke media sosial, maka kreasinya itu pun menyebar ke seluruh China dan ditiru.

“Bagi para tamu tudung terbang itu adalah hal baru untuk disaksikan, tetapi untuk mempelai perempuan momen tudung terbang jadi ritual yang penting dan sangat menyentuh. Para pengantin telah meniru dan mengaku menyukainya,” kata Stark Zhang, seorang perencana pernikahan.

 Baca juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding

Ritual tudung terbang ini sekilas terkesan seperti sesuatu yang di adaptasi dari negeri dongeng. Konsepnya cukup sederhana, karena hanya menggunakan sistem rel untuk menerbangkan tudung di udara hingga berakhir di kepala mempelai perempuan dengan mulus, pas, dan tepat.

Sebelum tiba di kepala mempelai perempuan, benang diikat di sudut-sudut tudung agar tidak terlihat oleh para tamu, kemudian saat sudah berada di atas kepala pengantin perempuan, benang pun dipotong, sehingga terkesan tudung jatuh tepat di atas kepala dan dramatis. Namun, ritual yang sejak tahun lalu hingga tahun ini jadi tren tidak langsung berjalan mulus, sebab ada fase trial and error.

“Pada awalnya ada kecelakaan seperti tudung terbang melewati pengantin perempuan, atau tudung tidak jatuh semua, hanya jatuh satu sisi saja. Tudung juga tidak selalu terbang dengan kecepatan yang pas,” beber Stark Zhang.

 Baca juga: Dermawannya Pangeran Harry, Undang Anak Yatim Piatu yang Ditemuinya 14 Tahun Lalu

Akan tetapi, belajar dari kesalahan yang telah terjadi di masa lalu berkali-kali, Stark Zhang pun telah memperbaiki lebih lanjut, sehingga bisa memberikan momen yang dramatis, romantis, dan manis dalam setiap pesta pernikahan.

“Biasanya dimasukkan dalam paket upacara pernikahan dan tidak dikenakan biaya tambahan. Tapi jika ada pasangan yang hanya menginginkan bagian itu saja, mungkin biayanya sekira Rp 1.000 yuan (Rp2,2juta),” kata Qingcheng.

(Fakhri Rezy)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement