Ajeng meyakini dengan menciptakan komunikasi efektif antara anak dan Orangtua maka akan ada pertukaran informasi yang membuat anak menghasilkan ide cemerlang. Komunikasi efektif juga menciptakan cara belajar anak untuk memenuhi 5F atau Focus, Fast, Flexible, Friendly and Fun.
"Untuk menghasilkan 5F ini maka kita harus memberikan waktu anak me time dulu saat capek sehingga ia bisa fokus mengerjakan tugas setelah istrahat sebentar. Dengan fokus yang tinggi maka anak akan lebih cepat mengerjakan tugas dan juga fleksibel. Orangtua juga harus membantu anak sebagai teman yang saling mendukung bukan memerintah, maka mengerjakan PR akan menjadi fun atau menyenangkan, bagi anak" jelasnya.
Selain itu, dia mengatakan agar Orangtua jangan langsung mengintrograsi dan memberikan nasihat pada anak saat pulang sekolah. Tapi sebaiknya Orangtua lebih observasi atau melihat keadaan anak dan juga refleksi pengalaman.
"Refleksi pengalaman dengan membagikan bagaimana pengalaman anda ke anak agar bisa lebih positif dan jangan lupa juga berempati yakni memikirkan perasaan anak, serta memberikan pilahan dan antisipasi. Seperti jika anak lelah maka bisa istrahat dengan memberikan pengertian kalau dia enggak boleh terlalu lama istrahat karena nanti akan selesai malam tugasnya sehingga bisa mengakibatkan telat kesekolah pada pagi harinya karena bangun kesiangan," tegas dia.