Anda mesti ketahui bahwa saat terjadi kecelakaan yang menyebabkan ketidaksadaran, hal pertama yang harus diperhatikan adalah apakah dada pasien masih kembang kempis karena bernapas atau tidak. Kalau tidak, segera berikan napas buatan.
Lebih lanjut lagi mengenai praktik pemberian napas buatan ini, Harvard Health memberikan paparan cukup jelas mengenai tata laksana CPR mouth-to-mouth ini. Bahkan, dijelaskan di sana, tindakan ini harus disesuaikan dengan usia pasien.
Pemberian napas buatan untuk pasien di bawah usia 8 tahun
1. Letakkan anak pada permukaan yang keras dan rata.
2. Lihatlah ke dalam mulut dan tenggorokan untuk memastikan jalan napasnya bersih. Jika ada objek, cobalah untuk mengeluarkannya dengan jari-jari Anda. Jika tidak berhasil dan objek menghalangi jalan napas, terapkan manuver Heimlich. Jika muntah terjadi, balikkan anak ke sisinya dan sapukan mulut dengan dua jari.
3. Miringkan kepala ke belakang sedikit untuk membuka jalan napas.
Baca juga: Fakta Suntik Mati, Salah Satunya Berlawanan dengan Sumpah Dokter