Laura dan Patrick akhirnya melakukan berbagai cara, salah satunya konsultasi dengan dokter ternyata ada beberapa permasalahan dengan mereka yakni testosteron Patrick rendah sehingga dokter menyarankan diet dan olahraga akan memperbaikinya.
Lalu, Agustus 2015 mereka pertama kali mendatangi klinik kesuburan yang disarankan dokter sebelumnya. Namun, hal itu tetap gagal dan mereka masih belum mendapatkan anak.
"Saya depresi, Patrick tertekan, dan kami saling mengeluarkan isi hati satu sama lain. Apakah tidak ada yang tahu betapa kita ingin menjadi orang tua, seberapa besar saya ingin memiliki anak sendiri? Di rahimku sendiri?," kata Laura.
Setelah 7 bulan lebih banyak tes tetap negatif. Lalu ada kabar lainnya bahwa Laura harus menjalani operasi laparoskopi karena mengalami disfungsi dasar panggul. Setelah operasi kabar paling membuatnya frustasi adalah ia divonis hanya memiliki peluang 1% untuk bisa hamil.