Setiap mitos datang dengan artefak legendaris, namun batu-batu yang memiliki kekuatan misterius dan ajaib adalah mitos yang paling bertahan sepanjang peradaban.
Dari berbagai pengasah batu di abad pertengahan yang menjanjikan kemampuan menyembuhkan dan menghilangkan kesialan, sampai mata panah neolitik yang keliru disebut sebagai 'batu petir', setiap budaya memiliki keyakinan akan batu ajaib.
Beberapa legenda ini begitu kuat tertanam secara budaya dan kita akan langsung mengenalinya.
Contohnya adalah Batu Bertuah, batu permata yang bisa berubah dari timah menjadi emas dan kemudian menghasilkan cairan kehidupan begitu relevan sampai-sampai menjadi plot penting dalam berbagai karya modern, seperti buku-buku Harry Potter, manga Jepang Fullmetal Alchemist, salah satu komik Paman Gober yang menampilkan Donal Bebek, dan film Satyajit Ray.
The Philosopher's Stone bahkan menjadi judul album Van Morrison.
Namun itu baru di permukaan. Batu yang kini dicari oleh para pahlawan super diketahui mampu membengkokkan hukum alam, dan mungkin mirip dengan kanju dan manju Jepang—perhiasan yang terkenal yang bisa memberi kekuasaan pada pemiliknya untuk mengendalikan gelombang—atau perhiasan Maya yang bisa menjaring kekuatan mengontrol berbagai elemen.
[Baca Juga: Mengintip Pemakaman Trunyan, Area Paling Mistis di Bali]
Bangsa Romawi Kuno pun mengklaim memiliki artefak serupa. Mereka merendam batu istimewa yang dikenal dengan nama lapis manalis ke air agar membawa hujan, dan ritual ini dikenal dengan nama aquaelicium.
Menambang makna
Meski sulit untuk memastikan apakah legenda-legenda ini berpengaruh pada penulis komik modern, namun asal-muasal kisah batu mistis mencakup wilayah yang cukup luas sehingga sejarah batu tersebut tak hanya berasal dari satu budaya saja, tapi merupakan kumpulan dari kesadaran manusia.