Barden sepakat bahwa semut neraka menguatkan tanduknya dengan logam. Sebab, tanduk itu harus menahan dampak berulang dari rahang. Cara serupa juga dilakukan oleh serangga-serangga pada masa modern dengan diperkuat oleh zat besi.
Keunikan dari semut neraka adalah mereka menghisap cairan pada serangga yang disebut haemolyph, mirip dengan vampir yang menghisap darah manusia. Barden menjelaskan, ketika posisi rahang sedikit maju, ada semacam corong penghisap yang menuju langsung ke bagian mulut.
Tanduk yang memiliki kandungan logam itu diyakini Barden membuatnya cukup kuat untuk menusuk mangsa. Meski sejauh ini hanya spekulasi, Barden optimis akan menemukan spesimen lain yang dapat mengungkapkan secara sempurna mengenai semut neraka tersebut.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.