Penelitian dari Harvard University Medical School menuturkan, kuatnya genggaman tangan seseorang sangat berguna untuk menentukan risiko terkena penyakit jantung atau stroke. Sebab, eratnya genggaman dapat mengungkap seberapa kuat jaringan otot yang dimiliki.
Sementara itu, penelitian dari Queen Mary University of London mengungkapkan, orang yang berjabat tangan dengan kuat memiliki risiko penyakit jantung lebih kecil. Hal itu lantaran cengkeraman kuat dikaitkan dengan lebih banyak darah yang dipompa oleh jantung. Sebaliknya, orang dengan jabat tangan lemah lebih mungkin memiliki jantung yang membesar dan rusak.
(Foto: Reuters)
Para peneliti dari University of Manchester menemukan fakta bahwa kuatnya jabat tangan seseorang sering diartikan sebagai tanda individu yang memiliki kemampuan memecahkan masalah, memori, dan reaksi cepat yang lebih baik.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.