Tradisi dikabarkan sudah berlangsung sejak abad ke-15, dan masih terus dilestarikan hingga saat ini. Nancy mengatakan, ada sebuah kepercayaan yang diturunkan oleh para "orang tua" tempo dulu, bahwa 10 hari sebelum Lebaran, itu merupakan momen turunnya malam Lailatul Qadar.
"Ada kepercayaan di Gorontalo bahwa dengan memasang lampu dan menurunkan foto-foto di rumah, Lailatul Qadar bisa masuk ke dalam rumah. Di tempat-tempat tertentu kita juga memasang arkus, terbuat dari bambu kuning dan janur kuning," papar Nancy.
Setelah menikmati gemerlap lampu-lampu minyak, sebagian orang biasanya akan mampir ke pasar senggol untuk sekadar berwisata kuliner, atau membeli keperluan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.