Berdasar penelitian salah seorang dosen Program Studi Farmasi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, Sri Rejeki, biji buah nyamplung bermanfaat sebagai tabir surya atau pelindung kulit dari sengatan sinar matahari.
Ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu, Sri Rejeki mengatakan selama ini bahan-bahan untuk kosmetika dan kesehatan kulit terhitung mahal. Karena itulah dia meneliti bahan alami yaitu buah nyamplung yang relatif murah dan aman.
“Dibanding bahan-bahan kimia, buah nyamplung yang bisa didapat di desa jauh lebih murah. Pohon nyamplung ini kebanyakan hidup di dataran rendah seperti di pantai di Kebumen, Cilacap, dan lainnya. Tapi di Boyolali saya juga pernah mendapati pohon nyamplung,” kata dia.
Sri yang mengambil pendidikan S2 di UGM Yogyakarta ini mengatakan kandungan minyak lemak yang banyak terdapat dalam biji nyamplung banyak manfaatnya. Minyak lemak itu bisa dibuat losion untuk kosmetik.
Dia menjelaskan proses pembuatan losion dari biji nyamplung melalui beberapa tahap di antaranya biji nyamplung tua dikeringkan lebih dulu. Biji buah yang keras dipecahkan batoknya dan diambil biji yang kuning. Biji itu kemudian dipotong-potong, dikeringkan, kemudian disarikan dengan alat soklet.
Alat ini untuk mengambil minyak yang terkandung dalam biji nyamplung dengan cara mengisolasi. Proses pengambilan minyak dilakukan setelah pada penelitian awal minyak dari biji nyamplung dinilai berpotensi baik sebagai sun protector. Bahkan dalam konsentrasi kecil, ekstrak biji nyamplung sudah bisa menyerap sinar ultra violet (UV) sehingga kulit tetap cantik dan sehat.