Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Takjub Perjuangan Shireen Melahirkan, Teuku Wisnu Berkisah tentang Anak dan Ibu di Zaman Rasulullah

Vessy Frizona , Jurnalis-Kamis, 19 April 2018 |14:49 WIB
Takjub Perjuangan Shireen Melahirkan, Teuku Wisnu Berkisah tentang Anak dan Ibu di Zaman Rasulullah
Teuku Wisnu-Shireen Sungkar (Foto: Diera Bachir/Instagram @teukuwisnu)
A
A
A

Alhamdulillah,ceritaaa sedikit ttg anak ke 3 ini ,kontraksi dr jam 3 pagi sebenernya malemnya masi gendongin hawwa boboin sampe perut keram 😹,mulai jam 3-5 pagi udh g bisa tidur ,mencoba untuk ditahan paginya kontraksi hilang ,main sama anak anak ,masak, mulai senam dirumah masyallah udh mulai seringsakitnya tapi tetep gak PD ke rs takut kontraksi palsu karena baru 38 minggu 4 hari ,ahirnya mertua g tega liat aku nungging terus kesakitan maksa ke rs 😅Alhamdulillah sampe di rs ternyata bener udahpembukaan 4 masyallah ,17.30 sampe di rs jam 20.20 dek cut lahir Alhamdulillah cepat sekali kalo ditanya rasa yaa g bisa digambarin sakitnya kaya apa jujur nambah anak nambah sakit karena kt dokter rahimnya membesar tapi prosesnya lebih cepet 😅berusaha mengalihkan sakit dengan ngebayangin muka anak anak muka usg shafiyyah ,dan nguatin diri istighfar ,pluss nyakitin badan suami @teukuwisnu hehe maaf y abi pelampiasan ,tapi apapun yg mami lewatin buat adam ,hawwa,shafiyyah seberapapun sakit nya ,ya Allah nakk g ada artinyaaa karena bahagia punya kalian jauh lebih besar nikmat masyallah ,semangat ibu ibu yang lagi hamil smoga lancar persalinan nya dan yg lagi promil ikhtiar berdoaaaa bismillah segera dititpkan anugerah dari Allah diwaktu terbaik ❣️Allah maha tau Allah maha baik ❣️ 🎬 @secret_motion 🎼 Alhamdulillah by omar esa ❣️

Sebuah kiriman dibagikan oleh Shireen Sungkar (@shireensungkar) pada


(Baca Juga: Buka Acara Festival Fesyen, Jokowi Kenakan Sarung)

Sebagai pria ia tak kuasa menyaksikan keadaan demi keadaan. Hingga Wisnu pun menceritakan sebuah kisah anak dan ibu pada zaman Rasulullah.

"Perjuangan mengandung saja berat bagi saya yang hanya menyaksikan, belum lagi saat perjuangan melahirkan. Dari mulai kontraksi rahim sampai suara tangisan bayi lahir, maa syaa Allah 😢😢😭😭. Maka benar saja, saya pernah dengar suatu kisah tentang seorang penduduk Yaman yang menggendong ibunya di punggungnya untuk thawaf dan orang itu bertanya kepada Ibn Umar, “Wahai Ibnu Umar, apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” Terima Kasih Istriku, Love You... @shireensungkar ."

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement