ADA banyak alergi yang selama ini mungkin telah Anda ketahui. Tapi, tahukah Anda tentang alergi matahari? Seorang anak laki-laki didiagnosis kondisi genetik langka yang membuatnya alergi terhadap sinar matahari.
Oliver Kei, bocah berusia 7 tahun didiagnosis xeroderma pigmentosum (XP) ketika berusia 18 bulan. Hal ini diketahui setelah di tubuhnya muncul bintik-bintik hitam.
"Muncul tahi lalat kecil di pipinya dan ibu saya mendesakku untuk memeriksakannya ke dokter kulit. Ketika dokter memberi tahu saya bahwa itu adalah XP, saya merasa seperti ditabrak kereta api," tutur ibu Oliver, Noelle Kei yang dikutip Dailymail, Senin (16/4/2018).
Kini, kulit Oliver tidak dapat memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari dan sinar UV. Karena itu, Oliver juga 1.000 kali lebih berisiko mengembangkan kanker kulit daripada orang kebanyakan, sehingga keluarganya melakukan tindakan ekstrim untuk melindunginya.
Setiap hari, Oliver memakai bahan perisai UV, termasuk plastik pelindung tebal dan sarung tangan untuk mengurangi paparan sinar matahari di kota kelahirannya, Quartz, California. Jika kulit Oliver terkena sinar matahari, maka kulitnya menjadi gelap dan wajahnya muncul banyak bintik-bintik hitam yang merupakan tanda kerusakan akibat UV, di mana kondisi ini dapat berkembang menjadi kanker kulit.