Jangan sampai hanya karena orangtua memiliki hobi memfoto anaknya dan mengunggahnya ke media sosial, anak menjadi tidak nyaman. Sebab pada dasarnya anak tidak paham alasan fotonya ada di media sosial. “Jadi nanti ketika anaknya sudah mencapai usia lebih besar, itu harus tetap didiskusikan ke anaknya dan orangtua juga perlu izin boleh enggak taruh foto anak di sosmed. Karena itu sama juga kita (orangtua) mengajarkan kepada anak kamu punya hak untuk menolak, hak untuk enggak suka, dan privasi,” tambah Vera.
Selain faktor kenyamanan anak, orangtua juga harus memerhatikan safety rules agar foto-foto yang diunggah ke media sosial tidak dimanfaatkan orang lain yang memiliki maksud jahat. Maka bila followersnya sudah banyak, orangtua harus mengenalinya.
Selain itu, tentu ada sisi positif negatif ketika membuatkan anak akun media sosial. “Anaknya bisa menjadi self center karena medsos isinya terlalu fokus pada dirinya sendiri. Anak juga bisa sampai enggak mau ketemu orang, anak menolak difoto, bahkan ketika ibunya hanya angkat ponsel sudah menolak.
BACA JUGA:
Kalau sosmednya mau diteruskan, si anak (perlu) dilatih untuk menggunakannya dengan lebih luas, jadi bukan hanya tentang dirinya sendiri. Misalkan dia bisa posting tentang kegiatan di sekitarnya, jadi enggak hanya fokus ke dirinya sendiri,” pungkas Vera.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.