"Para pelanggan kini memiliki pilihan lebih luas untuk memuaskan selera mereka di semua penerbangan dari Singapura dan penerbangan terpilih ke Singapura,” ujar Ovinis di Singapura beberapa waktu lalu.
Selain menyajikan hidangan, para pramugari di tempat pelatihan ini juga dilatih untuk menyajikan berbagai pilihan minuman anggur atau wine. Menariknya berbagai wine yang disediakan di maskapai ini sebelumnya telah diuji coba dan mendapatkan persetujuan dari konsultankonsultan anggur (wine consultant ). Para konsultan anggur tersebut di antaranya Jeannie Cho Lee, Michael Hill Smith, dan Oz Clarke.
Dalam uji coba yang dilakukan oleh para konsultan wine tersebut, pesawat akan di-setting dengan tekanan udara layaknya di ketinggian 30.000 kaki. “Mereka akan menilai wine dari warna, corak, kecerahan, kejernihan, rasa, aroma, sehingga layak untuk dinikmati pelanggan selama penerbangan,” ujar Manager Public Relations Singapore Airlines Glory Henriette.
Pada penerbangan jarak jauh, sederetan camilan yang gurih dan manis disediakan untuk pelanggan. Camilan tersebut di antaranya biskuit, mi Asia, berbagai macam keju atau buah-buahan segar. “Setiap keju memiliki tekstur dan kepadatan yang berbeda. Karena itulah para pramugari juga dilatih untuk memotong setiap jenis keju dengan teknik yang berbeda pula,” tambah Ovinis.
Setiap makanan dan minuman yang disajikan di maskapai ini mengusung konsep “dari pertanian untuk pesawat” (from farm to plane). Hal ini guna mendorong kelestarian lingkungan, sekaligus mendukung para petani lokal. “Konsep ini meliputi penggunaan ikan dari tempat budi daya perikanan yang telah disertifikasi oleh Marine Stewardship Council . Makanan yang disajikan berasal dari hasil bumi di pertanian-pertanian lokal di negara-negara di mana pesawat sedang beroperasi,” tutur Glory.
(Risna Nur Rahayu)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.