Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makna Penyaliban Yesus di Kayu Salib bagi Umat Kristiani

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 30 Maret 2018 |10:39 WIB
Makna Penyaliban Yesus di Kayu Salib bagi Umat Kristiani
Ilustrasi (Foto: Igospelshare)
A
A
A

DOSA tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Setiap orang tentu pernah terlena akan hal-hal berbau duniawi dan melupakan ajaran agama. Akan tetapi, setiap agama memiliki keyakinan jika dosa bisa diampuni sehingga menjadikan manusia sebagai pribadi yang baru.

Bagi umat Kristiani, Hari Raya Jumat Agung yang jatuh pada hari ini, Jumat (30/3/2018), merupakan tanda penebusan dosa umat manusia. Hari ini diperingati sebagai peristiwa wafatnya Yesus Kristus di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Yesus rela mengorbankan diriNya untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Pengorbanan Yesus untuk menebus dosa tidak hanya itu. Sebelum disalibkan, Yesus harus terlebih dahulu memikul salib ke Gunung Golgota.

 BACA JUGA:

Mengenal Rabu Abu, Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah

Beratnya salib yang harus dipikul Yesus merupakan simbol dari beratnya dosa umat manusia yang harus ditebus. Terkadang manusia tidak sadar bila perbuatan yang dianggapnya sepele ternyata adalah dosa dan kesalahan. Hal itu membuat manusia tidak luput dari dosa.

Jumat Agung merupakan rangkaian dari perayaan Paskah. Puncak dari perayaan ini adalah Minggu Paskah yang diperingati sebagai misteri kebangkitan Yesus setelah tiga hari wafat di kayu salib. Peristiwa ini semakin menunjukkan kuasa Allah Bapa di surga di mana Ia rela mengorbankan anakNya untuk wafat di kayu salib namun membangkitkanNya kembali dalam tiga hari.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement