""Kita bahkan kekurangan flight dari Bali ke Lombok (pulang pergi). Orang-orang sampai mengantri karena kuota untuk rute tersebut selalu diatas 90%. Selain itu, kita memiliki program Ayo Liburan ke Sorong yang ternyata sangat diminati wisatawan," imbuhnya.
Selain destinasi lokal, Trilaksito Singgih selaku SVP Consumer Deposits Group Garuda Indonesia menuturkan bahwa, rute internasional pun kini sudah mulai diincar oleh para wisatasan lokal.
"Trennya itu muncul sejak tahun 2015. Setiap mengadakan GATF, kita selalu over target. Untuk rute internasional persentasenya bisa mencapai 60-70%. Tren positif ini kembali terjadi saat GATF 2018 di Bandung beberapa waktu lalu, 2/3 dari total transaksi itu tujuannya internasional," jelas Singgih.
Hal senada juga diakui oleh Director of Markerting & IT Bank Mandiri, Herry Gurnadi. Ia memaparkan bahwa dari total 19 juta nasabah Mandiri, 5-7% diantaranya diklaim memiliki hobi traveling, termasuk para generasi millennials.
"Behaviour atau profil mereka itu yang pertama senang observasi dan mencoba tempat-tempat baru. Beli mobil nanti saja, beli rumah nanti saja, yang penting bisa travelling," paparnya.
Lalu, destinasi mana saja yang diunggulkan dalam GATF ini? Menurut pengakuan Nina, setidaknya ada beberapa destinasi wisata yang diprioritaskan pemerintah guna mendorong peningkatan jumlah wisatawan mancanegara ke Tanah Air. Destinasi inilah yang nantinya akan diunggulkan selama acara berlangsung, antara lain, Lombok, Gunung Bromo, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, Morotai, Kepulauan Seribu, Belitung, Wakatobi dan Tanjung Lesung.
Berikut promo-promo menarik yang ditawarkan oleh lebih dari 40 travel agent di Garuda Indonesia Travel Fair 2018.
Rute Internasional