DOWN syndrome atau sindroma down merupakan salah satu kelainan pada anak yang khas. Pasalnya, anak yang istimewa ini memiliki penampilan wajah yang hampir sama pada setiap pengidapnya.
Sebagian masyarakat Indonesia masih memandang sebelah mata orang tua dan anak-anak yang memiliki down syndrome. Padahal, anak-anak dengan down syndrome membutuhkan perhatian dan perlakuan yang sama di mata masyarakat dan dunia.
"Down syndrome bukanlah penyakit infeksi atau kutukan, tapi terjadi karena kelainan kromosom 21, yang disebut trisomi 21. Untuk bisa memastikannya, orang tua harus membawa anaknya melakukan tes darah dan pemeriksaan kromosom, sindroma down harus dibuktikan dan tes darah wajib dilakukan, karena ada penyakit lain yang penampilan wajahnya pun mirip," jelas Prof. DR. Dr. Rini Sekartini, Sp. A(K), dalam acara Hari Sindroma Down Sedunia 2018 "What I Bring to My Community" di RSIA kiara RSCM, Jakarta, Rabu (28/3/2018).
(Baca Juga: Ini 10 Petenis Dunia Bertubuh Seksi, Maria Sharapova Nomor 1)
Tidak cukup sampai di situ, anak dengan down syndrome juga memerlukan perawatan, penanganan, dan pengobatan lainnya. Sebab, menurut Rini ada anak sindroma down yang mendapatkan 'bonus' dari Tuhan selain sindromnya.