Advertisement
Advertisement

7 Cara Mendidik Anak Agar Disiplin Sejak Kecil

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Selasa, 27 Maret 2018 |06:15 WIB
7 Cara Mendidik Anak Agar Disiplin Sejak Kecil
Ilustrasi (shutterstock)
A
A
A

4. Ciptakan lingkungan yang sesuai

Sekarang Anda sudah tahu bahwa si kecil sedang mengalami rasa penasaran yang tak ada habisnya dan ingin menjelajahi semua hal baru. Nah, untuk mengawali mendidik anak, hindari berbagai godaan yang dapat membuyarkan konsentrasi anak. Ya, menciptakan lingkungan yang kondusif dan sesuai dengan keadaan si kecil adalah cara mendidik anak yang tepat.

Misalnya, hindari akses TV, handphone, tablet, atau alat elektronik lainnya yang dapat mengganggu proses pembelajaran anak balita. Proses mendidik anak terkadang terganggu dengan tampilan video yang lebih menarik bagi si kecil daripada mainan di sekitarnya. Membaca buku atau mainan lainnya, justru lebih bisa merangsang kemampuan motorik dan sesoriknya.

Menurut Rex Forehand, Heinz, dan Rowena Ansbacher, profesor psikologi di University of Vermont, orangtua perlu menciptakan suasana yang kondusif saat mendidik anak mereka. Bahkan sSaat si kecil mulai membangkang, orangtua tidak boleh menghukum anak tetapi justru memindahkan mereka ke aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatiannya.

5. jangan ragu untuk memberi ‘hukuman’ pada anak

Banyak orangtua yang tak tega jika harus memberikan hukuman pada anaknya. Sebenarnya, ini juga diperlukan untuk menunjukkan sikap tegas dalam mendidik anak. Akan tetapi ingat, Anda juga harus mengukur hukuman yang diberikan pada si kecil, jangan terlalu memberatkan. Hal ini hanya dilakukan untuk membuat si kecil belajar disiplin.

Misalnya saja, saat si kecil memukul, menggigit, atau melemparkan makanannya, bawa si kecil ke kamarnya atau ke ruangan yang lebih privat. Kemudian, minta ia untuk diam di ruangan tersebut dan memikirkan apa yang telah ia lakukan selama beberapa saat. Di sini ajaklah anak untuk bersikap lebih tenang dan berikan pemahaman bahwa sikap si kecil perlu diperbaiki beserta alasannya. Misalnya saja, “Adik tidak boleh melempar makanan, ya. Nanti lantainya jadi kotor.”

Lakukan cara ini selama satu sampai dua menit, setidaknya sampai Anda selesai memberikan pemahaman pada si kecil. Jika sudah selesai, berikan tanda pada si kecil kalau dia sudah boleh pergi dari lokasi “hukuman” dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dengan demikian, si kecil akan belajar bahwa tidak semua hal dapat dia lakukan begitu saja, terlebih jika itu merugikan orang lain. Si kecil tentu akan merasa tidak ingin kembali ke sudut ruangan dan menjalani hukuman lagi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement