BEBERAPA ahli berasumsi bahwa keputusan Albert Einstein untuk menjadi seorang vegetarian merupakan alasan dibalik kejeniusannya. Sebelum menghembuskan napas terakhir, fisakawan sekaligus filsuf sains itu memang telah lama dikabarkan menjadi vegetarian.
Bahkan, para vegan dan pemakan nabati lainnya sering menyebut nama Einstein untuk menggambarkan kehidupan seorang vegetarian vegetarian. Selama ini, Einstein memang telah dikenal sebagai ilmuwan besar yang berhasil memecahkan sejumlah rumus penting seperti persamaan massa dan energi, gerak brown, efek fotolistrik, dan masih banyak lagi.
Meski predikat vegetarian melekat pada namanya, namun tidak banyak yang belum mengetahui apa alasan pria kelahiran Jerman itu memutuskan untuk berhenti mengonsumsi daging. Menurut beberapa sumber, Einstein baru menjalani diet vegetarian beberapa tahun sebelum ia tutup usia, setelah terobosan-terobosan ilmiahnya tersebar di seluruh dunia.
Ada banyak catatan tentang kebiasaan Einstein dalam mengonsumsi daging, mulai dari usia belia hingga beranjak dewasa. Phillip Frank mencatat dalam otobiografinya bahwa Einstein pernah mengambil hati anak sapi untuk diolah menjadi menu makan siang. Ia bahkan sempat mengoreksi teknik memasak yang dilakukan oleh Istri Frank yang menurutnya melenceng dari ilmu fisika,"Anda pasti tahu bahwa titik didih air terlalu rendanh untuk bisa menggoreng hati di dalamnya," ujar Einstein.
Sumber lain mengatakan, Einstein juga mendapatkan hadiah spesial pada ulang tahunnya berupa sekaleng kaviar yang diberikan oleh Maurice Solovine dan Conrad Habitch. Tanpa pikir panjang, ia segera melahap habis kaviar yang diberikan oleh kedua sahabatnya tanpa memperhatikan apa yang sedang ia makan.
"Demi Tuhan! Jadi itu kaviar yang sangat terkenal?," seru Einstein setelah menghabiskan hidangan mewah tersebut.
Seiring bertambahnya usia, penemu rumus E=mc2 itu diketahui menderita gangguan pencernaan kronis, mulai dari sakit maag hingga terserang penyakit kuning. Karena penyakitnya itu, dokter merekomendasikan Einstein untuk menerapkan pola makan seimbang antara daging dan karbohidrat.