4. Jika masih terlihat besar-besar buihnya, kecilkan lagi api kompor. Lakukan langkah ini dengan terus mengaduk-ngaduk cairan karamel secara konsisten;
5. Setelah cairan gula berubah warna menjadi coklat keemasan, matikan api kompor. Ambil satu sendok wax karamel lalu letakkan ke dalam lemari pendingin untuk mengetes konsistensinya (ketika sudah dingin, konsistensi wax karamel ini idealnya harus lebih kental daripada madu).
6. Untuk mengecek konsistensi yang pas, wax karamel ini harus bisa dibalur, digulungkan ke area kulit (coba di tangan). Jika masih terlalu berair atau lengket, masak karamel kembali dengan api selama beberapa menit dan test lagi;
7. Setelah wax karamel ini tepat konsistensinya, tuang ke dalam wadah mangkuk dan biarkan hingga suhunya dingin selama kurang lebih 30 menit. Periksa kembali suhu wax karamel setelah 30 menit didinginkan, jika masih dirasa terlalu panas atau terlalu hangat, diamkan lagi sebentar.
Cara aplikasi ke kulit : Untuk pengaplikasian, gunakan pisau mentega, sendok, waxing strips atau dengan stik kayu yang biasa digunakan untuk es krim. Oles dikulit, diamkan sejenak hingga terasa merekat. Tarik perlahan sampai bulu-bulu terangkat.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.