Kalau pelakor, menurut Sani, identiknya lebih kepada perempuan yang hanya mengganggu hubungan suami-istri. Sementara WIL, bisa jadi, lelakinya yang tertarik dulu dengan wanita idamannya, meski sudah menikah.
"Kalau pelakor itu biasanya hanya merusak hubungan rumah tangga orang. Sementara WIL arahnya lelaki yang tertarik pada wanita lain, tapi sama-sama merusak," ucapnya.
Para pelakor juga biasanya menyengajakan perbuatannya karena banyak pemicu. Motifnya sangat beragam, termasuk paling sering yakni balas dendam, iseng-iseng tapi akhirnya nyaman, atau butuh kasih sayang yang diidamkan.
Sifat pelakor dianggap sangat berani dan percaya diri. Mereka bahkan tak malu umbar kemesraan dengan lelaki idamannya, seperti di media sosial.