Advertisement
Advertisement

Sisi Lain di Balik Video Viral Bu Dendy dan Pelakor

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 21 Februari 2018 |00:27 WIB
Sisi Lain di Balik Video Viral Bu Dendy dan Pelakor
A
A
A

Percakapan yang memuat istilah 'Bu Dendy' meningkat pesat sejak Selasa (20/02) pagi dan sudah dipakai dalam lebih dari 30.000 cuitan sampai Selasa (20/02) sore. Lebih banyak cuitan bernada lucu yang mengomentari video tersebut.

Dalam beberapa unggahan di media sosial, termasuk di cuitan dari akun yang menyebarkan video tersebut, muncul istilah 'pelakor' yang merupakan kependekan dari 'perebut laki orang'.

Beberapa pengguna media sosial tak sepakat dengan penggunaan istilah ini yang disebut 'merendahkan'. Menurut Komisioner Komnas Perempuan Budhi Wahyuni penggunaan media sosial memudahkan seseorang untuk merekam, mengekspresikan, membalas, dan meluapkan emosinya.

"Perempuan yang bisa jadi awalnya berpikir soal risiko, 'malu' atau 'apa sih keuntunganku', ini jadi terfasilitasi. Kemudian perempuan yang dianggap istri pertama atau istri sah, dia menjadi pemberani, tapi siapa yang dibela? Yang dibela adalah perilaku yang tidak benar, dalam hal ini menjelma dalam sosok si laki-laki. Perempuan berantem, berebut laki-laki, malah orang lain yang menikmati perseteruan ini," kata Budhi mengomentari penyebaran video tersebut.

"Kan perilakunya yang tidak disetujui, (suami) menduakan, tapi dia membela mati-matian suami. Sebetulnya siapa yang dia serang? Korban. Ini yang harus diwaspadai agar perempuan tidak terjebak. Malah dia nanti akan menjadi pelaku kalau kasus itu misalnya bisa diproses secara hukum," tambah Budhi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement