Advertisement
Advertisement

5 Objek Wisata Ini Memiliki Legenda Cinta yang Mengharukan

Tiara Putri , Jurnalis-Sabtu, 17 Februari 2018 |21:00 WIB
5 Objek Wisata Ini Memiliki Legenda Cinta yang Mengharukan
Kisah cinta Jayaprana (Foto:Beritabali)
A
A
A

Pantai Karang Nini, Pangandaran

Kisah cinta antara Aki Ambu Kolot dan Nini Arga Piara menjadi asal usul Pantai Karang Nini. Sebagai sepasang suami istri, keduanya saling mencintai hingga berusia lanjut. Aki Ambu Kolot adalah seorang nelayan yang setiap sore pergi melaut. Nini Arga Piara selalu mengantarkan suaminya ke pantai dan menyambut kepulangannya di tepi pantai. Suatu hari badai besar datang dan menyebabkan perahu Aki Ambu Kolot tengglam. Walau begitu, Nini Arga Piara tetap menunggu kedatangan suaminya keesokan harinya. Ia terus menunggu hingga berubah menjadi batu karang yang diberi nama Karang Nini.

 BACA JUGA:

Mengapa Imlek Selalu Identik dengan Atraksi Barongsai?

Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat

Dahulu kala seorang pemuda tampan yang memiliki kesaktian jatuh cinta dengan seorang perempuan cantik bernama Dayang Sumbi yang ternyata adalah ibunya. Dayang Sumbi yang menyadari Sangkuriang ternyata adalah anaknya kemudian berusaha menggagalkan rencana Sangkuriang untuk menikahinya dengan meminta dibuatkan perahu dan telaga hanya dalam satu malam. Sebagai seseorang yang memiliki kesaktian, Sangkuriang hampir berhasil menyelesaikan permintaan tersebut. Namun, lantaran Dayang Sumbi menebarkan kain tenunnya yang berwarna putih ke langit membuat fajar segera datang. Mengetahui usahanya gagal, Sangkuriang menjadi marah dan menendang perahu yang dibuatnya hingga terbalik. Perahu terbalik itu kemudian menjelma menjadi gunung yang diberi nama Tangkuban Parahu karena sesuai dengan kondisinya.

 

Pulau Kemaro, Palembang

Harta memang bisa membuat orang berpikir tidak memakai logika. Dahulu, ada seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang dinikahi oleh bangsawan Tionghoa, Tan Bun An. Putri tersebut kemudian diajak oleh suaminya ke China untuk bertemu dengan keluarganya. Sepulang mereka dari negeri tirai bambu itu, orangtua Tan Bun An menghadiahi tujuh buah guci. Sesampainya perahu di Sungai Musi, bangsawan tersebut kemudian penasaran dengan hadiah yang diberikan orangtuanya. Setelah dibuka dan didapatkan isinya hanya sayuran, guci kemudian dibuang ke sungai.

Betapa kagetnya Tan Bun An waktu guci ketujuh pecah sebelum dibuang dan ternyata berisi segelimang emas yang ditutupi oleh sayuran. Menyadari kelalaiannya, Tan Bun An kemudian menceburkan diri ke sungai untuk menyelamatkan enam guci lainnya, namun ia tidak berhasil kembali ke permukaan. Melihat suaminya tak kunjung kembali Siti Fatimah lalu ikut menceburkan dirinya ke sungai dan juga tidak kembali. Pulau di sekitar sungai pun diberi nama Pulau Kemaro untuk mengenang suami istri tersebut.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement