Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Dimulai dari Orangtua dan Keluarga

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Jum'at, 09 Februari 2018 |18:19 WIB
Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Dimulai dari Orangtua dan Keluarga
Ilustrasi (Foto: Zheicc)
A
A
A

"Pendekatan yang utama dan terpenting ada di orangtua dan keluarga. Di dunia ini tak ada seorang pun yang menginginkan kelahiran anak berkebutuhan khusus. Begitu anak lahir, berkebutuhan khusus, pertama orangtua rasanya hancur. Di sinilah orangtua perlu dilakukan pendampingan dan penguatan," tutur Budi Prasojo, selaku Ketua Yayasan Dwituna Rawinala, dalam diskusi media dengan tema 'Menjadi Disabilitas Bukan Hambatan' di Kementerian PPPA, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018).

Memang hingga kini stigma masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus masih dianggap sebagai kelompok anak yang dipinggirkan dari pergaulan. Tak sedikit masyarakat awam yang menganggap anak berkebutuhan khusus merupakan kutukan dari Tuhan hingga menjadi sebab penyakit menular.

Hal ini yang membuat lingkungan keluarga diharapkan hadir sebagai benteng pertama membangun kemandirian anak berkebutuhan khusus. Memberikan ruang untuk membangun kepercayaan diri san mengembangkan potensi yang dimiliki.

Pasalnya, semakin terkekang dalam lingkungan keluarga hingga terisolasi dari lingkungan sosial maka dari segi mental sang anak akan terus terdesak. Akibatnya, proses adaptasi sosial menjadi terlambat.

"Masalah di orangtuanya dulu yang harus diselesaikan. Awalnya orangtua memang tak mudah menerima. Tapi, perlu diingat, kalau orangtua malu punya anak disabilitas, didiamkan terus di rumah, nanti anaknya tidak berkembang," sambung Budi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement