SIAPA sangka, pelecehan seksual yang hampir dialami oleh anak-anak di berbagai belahan dunia menyasar kaum balita. Survei ini sungguh mengejutkan dan orangtua harus waspada dengan risiko tersebut.
Survei yang diterbitkan tahun lalu oleh Centre for Child Protection Kanada menemukan, 56% korban eksploitasi online terjadi di kalangan anak-anak di bawah 10 tahun. Mereka yang mengalami kejadian ini dimulai dari balita sebelum usia 4 tahun.
Mereka paling kerap mengalami eksploitasi seksual, hingga lebih rentan pada ancaman sexting dan pemerasan seksual. Tingkat pelecehan dan penyiksaan seksual yang mereka hadapi kian lama meningkat dan dampaknya pun memburuk.
Executive Director Ecpat International Dorothy Rozga mengatakan, anak-anak belum memiliki nalar yang baik untuk menolak terjadinya kasus pelecehan seksual. Karena itu, hal ini sulit dicegah, terlebih ujungnya pada kasus penyiksaan.
"Pelecehan seksual dan penyiksaan cenderung lebih besar dalam citra anak-anak muda," ujarnya saat Konferensi Pers bertema Internet Aman untuk Anak di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).