Nasi kebuli KahathNala juga mengusung kekhasan dengan komposisi rempah yang pas sehingga tidak “eneg” dan dapat dinikmati secara “klimaks” sampai habis. Hal tersebut yang menjadikan Nasi Kebuli KahathNala sering di pesan untuk kebutuhan konsumsi meeting, syukuran, pengajian, atau acara lain.
Sementara dalam mempromosikan rasa khas nasi kebuli, Kahath Nala mempunyai cara unik, yakni dengan menggelar kampanye makan bersama dalam keberagaman. Cara kreatif dan efektif tersebut sebagai upaya memupuk persatuan antargolongan di kalangan masyarakat.
Kegiatan promo unik KahathNala itu bisa ditemui di arena Car Free Day di Citra Grand Mangunharjo Tembalang Semarang setiap Minggu. Beragam apresiasi positif datang dari pengunjung yang berkesempatan menikmati nasi kebuli KahathNala.
“Makanan ini menyatukan kita semua. Di sini kita tak akan tanya kalian suku apa, bangsa mana, agama apa, untuk diizinkan makan. Semua sama, bebas menikmati makanan halal ini,” ungkap Paulus Pangka.
Paulus yang warga Semarang keturunan Flores, NTT, berharap kuliner asli Semarang ataupun makanan khas war ga keturunan Arab/India di Indonesia seperti nasi kebuli bisa dipopulerkan kembali.
“Kuliner ini memperkaya keberagaman Nusantara, jangan sampai tergilas oleh makanan-makanan dari luar negeri yang dianggap tren oleh sebagian anak muda,” imbuhnya.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.