Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uji Nyali di Tempat Wisata Angker, Salah Satunya Desa Trunyan Berani?

Annisa Aprilia , Jurnalis-Sabtu, 03 Februari 2018 |18:00 WIB
Uji Nyali di Tempat Wisata Angker, Salah Satunya Desa Trunyan Berani?
Desa Trunyan di Bali (Foto:Indonesiakaya)
A
A
A

3. Desa Trunyan, Bali

Bali pun tidak luput dari kisah mistis. Bahkan, salah satu desanya memiliki tradisi pemakaman yang cukup menyeramkan. Bagaimana tidak, mayat-mayat di Desa Trunyan yang berada di Kintamani, Bali ini, tidak dimasukan dalam peti, tidak dikuburkan, tidak dibalut kain kafan, atau diaben (bakar) seperti tradisi Bali pada umumnya, tapi mayat diletakan begitu saja di atas tanah.

Namun, bukan sembarang tanah yang dijadikan lokasi pemakaman ini, akan tetapi tempat untuk meletakan mayat ada di bawah sebuah pohon yang diyakini telah tumbuh bertahun-tahun di daerah tersebut. Meskipun mayat-mayat diletakan begitu saja di atas tanah, tapi kerabat atau keluarganya menyiapkan bambu yang sudah dibentuk seperti tenda, yang berguna sebagai pagar yang melindungi mayat, sekaligus membatasi dengan mayat lainnya.

Uniknya, mayat-mayat yang dibiarkan tergeletak di atas tanah itu sama sekali tidak menimbulkan bau busuk layaknya mayat pada umumnya, tapi justru aroma harum semerbak yang terhirup. Menurut kepercayaan warga setempat, bau busuk dari mayat diserap oleh akar pohon Taru Menyan yang ada di tengah makam, sehingga hanya wangi harum saja yang dicium.

BACA JUGA:

Tegangnya Melihat Pria Ini Terjun dari Ketinggian 40 Meter di Petra

4. Lawang Sewu

Google Earth memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu destinasi wisata paling angker di dunia. Terlebih dengan adanya program televisi yang menguji nyali peserta sempat secara tidak sengaja mengabadikan makhluk penghuni bangunan tua tersebut.

 

 (Tripadvisor)

Lawang Sewu memiliki ruang bawah tanah yang terkesan menyeramkan dan suasananya cukup membuat merinding. Usut punya usut, ternyata menurut cerita yang berkembang, di ruang tersebut pernah dilangsungkan eksekusi massal para tahanan, tepatnya ketika Jepang kalah Perang Dunia II. Selain berguna sebagai tempat eksekusi mati, di Lawang Sewu juga pernah ditemukan puluhan ular piton berbagai ukuran, sehingga banyak pula orang yang menyebut Lawang Sewu pusat kerajaan ular.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement