HARI Gizi Nasional diperingati setiap tanggal 25 Januari. Pada kesempatan tersebut, pemerintah merilis hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilaksanakan di Indonesia tahun 2017.
Kegiatan PSG tersebut dilaksanakan di 514 kabupaten/kota, dengan melibatkan sekira 171.000 balita. Banyak hal menarik yang disampaikan dari hasil studi ini.
Secara umum pemantauan status gizi tersebut diukur berdasarkan berat badan balita dan gizinya. Rata-rata usia responden antara 0-59 bulan, dengan status ekonomi yang berbeda-beda.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr Anung Sugihantono MKes mengatakan, setiap daerah di Indonesia punya persoalan masing-masing, sesuai hasil pemantauannya. Sasarannya bisa kita lacak, misalnya dengan anak status gizi kurang, jangan sampai berganti menjadi gizi buruk.
"Di tingkat nasional secara proporsional, ada provinsi-provinsi yang kasus gizi buruknya tinggi, yaitu sampai 14%. Persoalan gizi ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia pada dasarnya," ujar Anung di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2018).