SELAMA ini sebagian masyarakat Indonesia pasti pernah minum susu kental manis. Susu yang biasanya ditaruh dalam sebuah kaleng dan diminum setiap pagi atau malam sebelum tidur itu ternyata bukanlah susu.
Ya, mencengangkan memang. Pasalnya, setelah direbus dalam air mendidih, susu kental manis justru berubah menjadi karamel, artinya susu kental manis mengandung gula yang banyak lalu dikentalkan.
Meminum langsung susu kental manis dicampur dengan air menjadi sebuah penerapan salah kaprah yang telah lama dilakukan oleh banyak masyarakat Indonesia. Padahal, seharusnya susu kental manis tidak boleh dikonsumsi dengan cara dicairkan dan langsung diminum.
“Susu kental manis bukan untuk bayi dan tidak untuk dikonsumsi dengan cara dicairkan, seperti yang diterapkan oleh kebanyakan orang Indonesia. Kenapa masih dipasarkan? Itu salahkan. Dengan menghadirkan keluarga dalam iklan saja juga sudah jelas salah. Jadi, selama ini masyarakat telah salah menerapkannya,” beber Dr. Damayanti Rusli S, SpAK, PhD, anggota UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik PP IDAI, ketika diwawancarai oleh awak media dalam sebuah kesempatan di Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Republik Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.
(Baca Juga: Jangan Malas Makan Sayur, Konsumsi Rutin Kacang Polong dan Brokoli Cegah Obesitas)