BAGHDAD menjadi salah satu kota yang telah berdiri sejak abad ke 8. Namun, ketika kali pertama berdiri, Baghdad tidak bernama seperti itu, tapi Kota Lingkar.
Pemberian nama Kota Lingkar bukanlah tanpa alasan, melainkan disesuaikan dengan bentuknya kala itu. Kota Baghdad menjadi tonggak munculnya peradaban di dunia yang tidak sederhanan, karena untuk membangun kota tersebut, Khalifah Dinasti Abbasiyah, yaitu al-Mansur melibatkan banyak ahli.
Al-Mansur memilih sebuah lahan sekira 30 kilometer ke arah utara ibukota Sassania di Ctesiphon, di sepanjang tepian Tigris dan mulai menyusun rencana untuk desain dan konstruksinya. Dengan membawa ribuan arsitek, insinyur, surveyor, tukang kayu, pandai besi, dan lebih dari 100 ribu orang buruh dari seluruh Kerajaan Abbasiyah Kota Lingkar alias Baghdad dibangun.
BACA JUGA:
Sebelum membangun Kota Lingkar, al-Mansur juga berkonsultasi dengan astrolog, dari saran para astrolog, peletakan batu bata pertama pada seremonial harus dilakukan pada 30 Juli 762, mengutip dari Amusing Planet, Kamis (18/1/2018). Dalam rancangan, Kota Lingkar dibentuk seluas 2 kilometer, dibentuk sedemikian rupa, karena ingin menghormati ajaran geometris Euclid yang telah al-Mansur pelajari dan kagumi.
Bila Anda amati dalam gambar, di tengah Kota Lingkar berdiri dua buah bangunan yang paling menonjol, bangunan tersebut yaitu Masjid Agung dan kediaman khalifah, Istana Golden Gate. Di sekitar istana dan masjid ada sebuah lahan atau lapangan terbuka dan bangunan di tepi pantainya, tapi yang boleh diizinkan menunggang kuda di sana hanyalah seorang khalifah .