SAFAR adalah bulan kedua dalam kelender Hijiriah. Kata Safar diambil dari Bahasa Arab yang mengandung dua arti, yakni kosong dan kuning (penyakit).
Sejarah mencatat, di zaman jahiliyah orang Arab menganggap bulan Safar adalah bulan pembawa sial. Pada masa itu, ketika datang bulan Safar, orang-orang meninggalkan rumah untuk menghindari kesialan, sehingga rumah jadi kosong. Sayangnya, hingga saat ini masih ada muslim yang meyakini jika bulan Safar benar-benar bulan pembawa sial.
Berdasarkan penjelasan, Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia, Ustadz Fauzan Amin, memang ada ulama yang berpendapat bahwa Allah SWT menurunkan bala penyakit pada bulan Safar. Keyakinan ini sudah ada sejak sebelum Islam datang di Jazirah Arab.
“Akan tetapi bila kita menelusuri teks-teks hadits nabi, anggapan itu keliru. Nabi justru melarang kita terlalu merisaukan bulan ini. Bahkan berlebihan bila meyakini bahwa Safar adalah bulan sial,” jelas Ustad Fauzan kepada Okezone.
Ia menambahkan, meyakini bulan Safar sebagai bulan sumber kesialan itu tidak benar karena tidak ada dalil terkait hal tersebut.
(Baca Juga: Baru Jadian Jangan Terlalu Sering Pacaran, Ini Alasannya Menurut Pakar)
Dari Abu Hurairah R.A bahwasanya Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya), “Tiada kejangkitan dan juga tiada mati penasaran, dan tiada juga Safar”, kemudian seorang badui Arab berkata, ‘Wahai Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam, unta-unta yang ada di Padang Pasir yang bagaikan sekelompok kijang, kemudian dicampuri oleh Seekor unta betina berkudis, kenapa menjadi tertular oleh seekor unta betina yang berkudis tersebut ?’. Kemudian Rasulullah SAW menjawab: “Lalu siapakah yang membuat unta yang pertama berkudis (siapa yang menjangkitinya)?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda: “Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa” (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda, “Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Safar” (HR. Bukhari : 5437, Muslim : 2220, Abu Dawud : 3911, Ahmad : II/327).
Dari pejelasan Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam di atas, Allah SWT menegaskan lewat firman-Nya, “Katakanlah, Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At-Taubah: 51 ).
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.