Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebun Binatang di Swedia Akui Bunuh 9 Anak Singa Sehat

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Minggu, 14 Januari 2018 |23:01 WIB
Kebun Binatang di Swedia Akui Bunuh 9 Anak Singa Sehat
Bayi singa yang dibunuh (Foto: Dailymail)
A
A
A

KEBUN binatang bernama Boras Djurpark di Swedia bagian barat mengaku telah membunuh 9 anak singa sehat. Pembunuhan ini telah dilakukan sejak 2012.

Pembunuhan 9 bayi singa dilakukan dengan alasan mereka tidak dapat menjual atau memindahkan singa-singa tersebut. Sementara bayi-bayi singa itu terus tumbuh dan membuat kelompok singa menjadi lebih besar.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Bo Kjellson yang merupakan CEO Boras Djurpark. Selama enam tahun terakhir, 9 bayi singa sehat terpaksa dibunuh. Selain karena akan membuat kelompok singa lebih besar, Kjellson juga mengatakan bahwa singa-singa itu bisa saja mati jika tidak dikirim ke tempat lain.

"Saya pikir mereka terbunuh setelah dua tahun," ujar Kjellson dikutip dari Dailymail, Minggu (14/1/2018).

 (Baca Juga: Pria Australia Ini Meninggal Karena Selamatkan Anjing Peliharaannya dari Ular Berbisa)

Ia menambahkan, pihaknya sudah mencoba menjual atau memindahkan anak-anak singa tersebut ke kebun binatang lain untuk waktu yang lama. Tetapi sayangnya tidak ada kebun binatang yang bisa menerimanya.

"Dan ketika agresi menjadi terlalu besar dalam kelompok kami, kami harus membuang beberapa binatang. Dan itu pasti mereka (bayi-bayi singa)," ujar Kjellson.

Ke-9 bayi singa yang dibunuh bernama Potter, Weasley, Simba, Rafiki, Nala, Sarabi, Kiara, Kovu, dan Banzai. Simba, Rafiki, Nala, dan Sarabi lahir pada musim semi 2012 dan semuanya dibunuh pada musim gugur 2013.

 

Sementara Kiara, Banzai, dan Kovu lahir pada musim semi 2014 dan dibunuh pada musim panas dan musim gugur 2015. Menyusul Potter dan Weasley dibunuh pada 2016. Dua bayi singa lainnya, Granger dan Dolores yang dilahirkan pada tahun yang sama dengan Potter dan Weasley dikirim ke kebun binatang yang tidak disebutkan namanya di Inggris.

Boras Djurpark sendiri didirikan pada 1962 dan merupakan rumah bagi sekitar 500 hewan dari 80 spesies yang berbeda di lahan seluas hampir 100 hektar. Tetapi hewan-hewan yang lahir di kebun binatang tersebut akan dibunuh ketika mereka tidak masuk ke dalam kelompok atau tidak dibutuhkan. Kjellson menyebutnya sebagai "jalan alami".

 (Baca Juga: Yuk, Berkenalan dengan Anjing Supermodel yang Jadi Selebgram)

"Bukan rahasia lagi dan kami tidak berusaha menyembunyikan bahwa kami bekerja seperti ini," ujar Kjellson.

Berbicara tentang masa depan hewan-hewan lain yang kemungkinan akan lahir di kebun binatang ini, Kjellson mengatakan bahwa saat ini pihak kebun binatang bekerja dengan baik. Tetapi jika kelebihan hewan, maka mereka akan mencoba memindahkannya ke tempat lain atau membunuhnya.

"Bisa jadi kita harus membunuh mereka," pungkas Kjellson.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement