Lho" />
JAKARTA - Menjadi sehat adalah pilihan. Apa yang Anda makan dan minum, aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan lingkungan sekitar tentu berpengaruh terhadap status kesehatan seseorang. Baik secara mental maupun fisik. Banyak pendapat dari para ahli mengenai beberapa cara diet dan kebiasaan makan yang tepat. Ada yang memang benar-benar sehat dan bermanfaat, tapi ada juga pola makan sehat yang perlu pertimbangan khusus atau malah berbahaya bagi kesehatan.
Ya, cara diet atau pola makan tertentu belum tentu cocok bagi semua orang. Cara diet yang katanya “sehat” belum tentu benar-benar menyehatkan. Misalnya tiga cara diet berikut ini.
1. Menghindari kolesterol secara berlebihan
Kuning telur dan makanan laut atau seafood seperti kerang-kerangan merupakan beberapa jenis makanan yang kerap dihindari banyak orang karena takut akan kadar kolesterolnya. Padahal, kolesterol dari makanan sehari-hari sebenarnya mempunyai dampak yang relatif kecil terhadap kadar kolesterol Anda di dalam darah. Justru dengan menghindari makanan yang mengandung kolesterol sama sekali, Anda akan kehilangan kesempatan mendapatkan asupan nutrisi penting lainnya dari makanan tersebut.
Misalnya kuning telur merupakan sumber yang baik untuk vitamin E dan karotenoid. Kerang-kerangan mempunyai kandungan yang kaya akan protein, asam lemak omega-3, dan antioksidan selenium. Ini membuat kerang-kerangan dapat meningkatkan kesehatan otak dan mencegah penyakit Alzheimer. Pilihlah makanan laut secara bijak. Caranya bisa dengan memastikan kebersihan makanan tersebut.
Selain itu, kekeliruan yang banyak dipercaya orang adalah kolesterol merupakan musuh besar bagi kesehatan. Ini tidak benar. Pasalnya, kolesterol berfungsi sebagai bahan dasar pembentukan hormon dan dinding sel tubuh. Yang menjadi masalah adalah jika asupan kolesterolnya tidak seimbang, baik itu kelebihan atau kekurangan.